Balikpapan — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan sikap penghormatan terhadap tokoh adat Kalimantan Timur saat menghadiri peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara langsung meminta Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, untuk maju dan duduk di barisan depan tamu undangan.
Momen tersebut terjadi ketika Presiden Prabowo menyampaikan sambutan di hadapan para undangan. Prabowo menyadari bahwa Sultan Kutai Kartanegara saat itu berada di barisan belakang kursi tamu kehormatan.
“Hadir juga di sini saya lihat Sultan Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin. Hadir! Sultan kok ditaruh di belakang, seharunya di depan,” ujar Presiden Prabowo sambil mengayunkan tangan, sebagaimana terekam dalam tayangan resmi YouTube Sekretariat Presiden.
Acara peresmian RDMP Balikpapan ini turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, pimpinan BUMN, serta sejumlah pemangku kepentingan strategis di wilayah Kalimantan Timur.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik dan viral di berbagai platform media sosial. Banyak masyarakat menilai tidak lazim jika tokoh adat dan kepala kesultanan ditempatkan di barisan belakang dalam agenda kenegaraan berskala nasional.
Sejumlah pihak menduga penempatan posisi duduk Sultan Kutai Kartanegara merupakan kelalaian panitia atau unsur protokoler yang kurang cermat dalam menyesuaikan tata tempat bagi tokoh adat dan kesultanan.
Sikap Presiden Prabowo yang secara terbuka meminta Sultan Kutai Kartanegara duduk di barisan depan dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap peran kesultanan dalam sejarah, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Kalimantan Timur.
Gestur tersebut juga mencerminkan komitmen Presiden dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta menghargai institusi adat sebagai bagian penting dari identitas dan persatuan bangsa.
kontributor : (I.m)





Leave a Reply